Kasih Tak Sampai
Setelah
kepergian cintanya, ia tak pernah lagi mengharapkan sesuatu kembali. Saat itu
ia memulainya dengan menghindari cinta dan menyukai hal-hal yang berbau
melupakan. Kisah ini dimulai di suatu pagi, disaat semua siswa-siswi memulai
aktivitas masa orientasi siswa atau lebih dikenal dengan istilah MOS. Suasana
hari ini terasa biasa saja, tapi sebenarnya ini waktuk untuk memulai MOS
sebagai kakak panitia, siswa/i tersebut dibariskan di tengah lapangan tampak
cuaca panas namun kelihatannya mereka sangat bersemangat memulai aktivitas MOS
ini. Tiba-tiba salah seorang gadis melintas dihadapanku,tatapannya ragu dan
malu. Aku terus memandanginya, ia tetap saja tersipu malu, ada yang aneh dalam
perasaanya, kenapa ia tidak bisa memalingkan pandangan darinya seakan mematung
sekeras batu. Apa ini namanya cinta pandangan pertama?
Barangkali
tadi hanyalah kebetulan saja, sejenak mulai melupakan hal yang baru saja
terjadi. Saat ia mulai melihatlihat disekeliling untuk memeriksa keadaan MOS,
sekali lagi ia dikejutkan lewat gadis tersebut, ia mulai beranjak untuk menemui
bukan hanya sekedar melihat. Dalam pikirannya ia mulai memikirkan harus berkata
apa setelah menemui gadis itu. Barangkali hidup tak semudah melempar dadu, yang
akan tahu angka yang keluar. Ia memberanikan diri untuk sekedar berkenalan
dengan gadis tersebut. Inikah awal dari semuanya?
“Hai, namanya
siapa?”
“Namaku Annisa,
bang” jawab gadis itu.
“Oh, Annisa.
Salam kenal,ya” ia membalas.
“Iya, bang.”
Lalu tersenyum.
Senyuman itu
mampu mengubah pandangan lebih dalam kepada gadis itu, tampak senyuman yang
terlihat mampu dikekalkan ingatan. Setelah hari ini selesai, tampak calon siswa
bergegas pulang untuk mempersiapkan apa yang mesti dan harus dibawa besok,
tentu saja tidak mudah untuk mencari sebuah clue hanya dengan 1 hari, sekali
lagi mereka bersemangat. Di jauh mata memandang ia berusaha menatap gadis itu
lagi, tampak ada rasa yang ingin menetap di hatinya. Sekali lagi, ia
membayangkan senyuman tersebut dari raut wajahnya, ia tidak sabar akan besok.
Apakah ia mencintainya? Keesokan harinya, pagi ini masih cerah, tetapi sedikit
mendung. Mereka langsung berbaris sesusai kelompoknya masing-masing yang telah
dibagikan kemarin. Ia kembali menatap gadis itu, namun kali ini ia berbeda, ia
canggung sekali, untuk menatap saja nyalinya hampir putus. Lalu, secara tidak
sengaja matanya dan Annisa itu saling menatap, keduanya tampak tersipu malu.
Akhirnya ia menceritakan kepada temannya perihal yang baru saja terjadi.
Setelah itu, ia mulai mencari dan tidak sungkan menanyakan apa saja tentang
Annisa, ia mengetahui sebagian dari gadis itu. Tampa pikir panjang ia meminta
nomer telepon gengam Annisa kepada temannya, sungguh di luar dugaan tidak mudah
untuk mendapatkannya. Ia pun tidak berhenti begitu saja, saat itu Facebook
masih terkenal dibanding media maya yang lain. Saat itu tiba Annisa sedang
Online, ia langsung mencoba menyapa, tak lama setelah itu Annisa membalas.
Namun, ia memang tidak punya nyali untuk meminta langsung nomer teleponnya. Ia
bertanya kepada teman dekat Annisa dan tidak sia-sia ia mendapatkannya. Ia
belum berani mengirim sebuah pesan, ia berpikir barangkali besok atau lusa.
Akhirnya MOSpun selesai, ia tampak bersedih, ini akan menyebabkan ia sulit
menatap wajah Annisa lagi.
Ia mulai mengirim
pesan singkat, lalu 15 menit kemudiaan Annisa membalas. Ia mulai merayu
sebenarnya cuma bercanda saja agar Annisa mau merespon, itu trik lelaki. Dengan
pesan singkat tersebut, kedekatan mereka mulai terlihat. Berminggu-minggu, berbulan-bulan mereka tampak
smakin dekat. Entah kenapa ia ingin memulai mengatakan sesuatu yang ada
dibenaknya, tetapi ia belum berani. Akhirnya seminggu kemudiaan, ia
memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya tersbut meskipun hanya melalui pesan singkat. Ia mulai mengirim
pesan…
“ Nisa, mau
bilang sesuatu, tapi, maaf sebelumnya”.
“ iya, tidak
apa-apa bang ”. Annisa membalas pesan
“ sebenarnya,
aku suka sama Nisa, apa Nisa mempunyai perasaan yang sama? “
“ maaf bang,
Nisa belum bisa mempunyai rasa sama kayak abang,” pungkas gadis itu
“ oh iyadeh “
Ia kemudiaan
menulis sebuah lirik lagu yang sesuai dengan isi hatinya “ Aku bisa membuatmu,
jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku “ kalian pasti tahu lirik
lagu yang sangat dalam maknanya ini. Ia kemudian semakin bersemangat untuk
medapatkan hati Annisa, setelah kejadian tersebut perjalanan cintanya semakin
dekat, ia semakin dekat, semakin lama tidak ada yang bisa menghalangi
perasaannya, kecuali Tuhan. Februari berlalu, dengan begitu saja tidak ada yang
special disana, tapi tunggu ia pasti ingat sewaktu kemping pramuka disekolah,
ia mendapati disana Mama Annisa dating untuk memberikan obat kepada Annisa,
sewaktu itu Annisa sedamg sakit, ia hanya bisa menanyakan keadaan hanya sampai
segitu saja, ia memberikan titipan obat dari Mamanya tersebut, sungguh itu
perasaan yang sangat mendebarkan sekalian menyuruh makan terlebih dahulu
meneguk obat. Cinta bagai obat, bukan?
Maret pun tiba dengan mengkisahkan
beberapa peristiwa salah satunya saat Annisa mengatakan kepadanya bahwa Annisa
mencintainya, dilar dugaan kemarin lalu teman-teman Annisa berhasil
mengerjainya tapi kali ini tidak, Annisa langsung mengatakan kepadanya secara
tatap muka. Itu membuat hatinya seperti jatuh ke dalam danau yang dipenuhi
bunga teratai yang indah. Sejak saat itu ia dan Annisa semakin mesra dan dekat
saja. Tak terhitung bahwa seluruh harinya telah diisi oleh sebuah kebahagiaan.
Tapi, tak lama lagi waktunya akan tersita oleh ujian yang tinggal di depan
mata, dan harus melonggarkan hubungannya. Ujianpun telah selesai dan perpisahan
mulai siap digelarkan, ia hanya memikirkan Annisa, sungguh Cuma itu yang bisa
ia pikirkan dibanding dengan lainnya. Pada hari itu sangat cantik sekali, ia sibuk melihatnya
dari kejauhan. Ia lantas mendekati Annisa dan menanyakan beberapa hal termasuk
memuji penampilannya tadi. Keduanya ingin memiliki kenangan untuk berfoto
berdua namun hal itu tidak pernah terwujud mengingat Annisa yang sifatnya masih
malu-malu terhadanya. Lantas hanya gambar yang di ambil oleh temannya secara
tidak sengaja, namun itu sangat membekas baginya. Sangat sedih waktu itu ia
harus berpisah dengan temannya serta juga harus meninggalkan Annisa, tumbuh
seakan layu layaknya tanaman yang tidak pernah mandi dengan air. Acara selesai,
semuanya berakhir
harapan ingin dekat dengan Annisa sudah usai. keesokannya mereka saling
membahas apa yang terjadi pada hari kemarin. Setelah kelulusan hal yang membuat
lelaki itu tak setegar kemarin tiba, ia menemui Annisa disekolah tetapi hal
yang diinginkan keduanya gagal kembali, seakan dicabut malaikat perasannya hari
itu. Apakah ia masih setegar
kemarin?
Kau
pasti penasaran apa hal yang mampu membuatnya lelaki itu tak seperti biasanya.
Soal sederhana yang mampu mematahkan hatinya, yaitu ia ingin sekali mendapatkan
cinta annisa dan juga foto bersama, dua hal itu yang mampu membunuh perasaannya
berkali-kali. Tak bisa dielakkan lagi, hal itu merupakan rahasia tuhan yang
mampu mereka pecahkan, tetapi itu merupakan sebuah ujian yang mampu
mendewasakan mereka berdua. Akhirnya mereka berpisah, ia melanjutkan sekolahnya
ke jenjang SMA, hal itu mampu membuat jarak mereka semakin jauh saja. Awalnya
mereka masih tetap dekat tetapi lama kelamaan mereka semakin berjauhan
dikarenakan lost contact yang memisahkan. Ia mulai mencari jati dirinya
berusaha mencintai yang lain, tetapi tidak tahu dengan Annisa, lama-kelamaan
mereka akhirnya tidak dekat lagi, dan setelah berbulan berlalu, ia mendapt
kabar bahwa annisa sudah mendapatkan cintanya yang baru. Seakan ditimpa beban
berat ia pun sangat sedih dan hanya bisa memungkuri bahwa cintanya telah pergi
meninggalkan dirinya sendiri disini. Hari-harinya dipenuhi dengan
termangu-mangu saja memikirkan Annisa yang telah dimiliki oleh orang lain
cintanya. Setiap hari ia selalu berusaha melupakan annisa tetapi tetap saja
meskipun kegiataan selama di SMA padat namun ia belum bisa melupakannya.
Beranjak dari kesedihan yang teramat dalam ia mulai mencari pujaan hatiya
kembali tetapi tentu saja itu bukaan annisa. Ada yang dekat tapi tetap saja tak
pernah perasaannya beranjak untuk mencintai, dan malah ia masih menunggu
annisa. Harapan tak pernah berbanding lurus dengan keinginan?
Setelah
kenaikan kelas ia mulai merubah kebiasaannya dan akhirnya setelah MOS di SMA
hampir berakhir, banyak yang mulai mendekatinya, tetapi ia memilih satu orang
yang ia tak pernah duga. Gadis itu bernama Nusri, ia mulai dekat dengan wanita
ini dan mulai melupakan Annisa. Dimulai dari mengirim pesan dan sebagainya
hubungan mereka semakin dekat tetapi ternyata gadis itu masih mempunyai pacar
namun hubungannya akan berakhir dikarenakan pacarnya membohonginya. Tetap
setelah mereka putus, di bulan Desember ia mengatakan cintanya kepada Nusri,
seorang wanita yang akan mampu melupakan masa lalunya. Hidupnya kini selalu di
hiasi Nusri dan akhirnya ia mampu lupa akan masa lalunya. Meskipun tahun ini
Annisa sudah berada di sekolah yang bersama kembali, tetapi perasaannya tak
akan pernah berubah kepada Nusri, ia sangat mencintai Nusri. Nusri merupakan
sosok wanita yang sangat ia cintai, mereka sangat berbahagia sekali, memang
terkadang hubungannya diwarnai kesedihan tetapi mereka mampu menyelesaikannya
dengan baik. Lalu setelah Annisa putus dengan pacar lamanya, ia kemudian
mencintai seseorang teman, dari lelaki ini. Hal itu membuat hati ia sedikit
berbahgia, semoga cinta kami dihiasi bahagia masing-masing. Tak tau kelanjutan
apa yang akan kami lalui lagi. Bahagia tak pernah jauh dari manusia?
Kemanakah cerita cinta ini akan berlanjut?
Apakah yang terjadi setelah perpisahan yang akan dialami
mereka berdua.
Entahlah hanya tuhan yang tahu.
Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar