Jumat, 21 Maret 2014

CERITA CINTA KASIH TAK SAMPAI

Kasih Tak Sampai
Setelah kepergian cintanya, ia tak pernah lagi mengharapkan sesuatu kembali. Saat itu ia memulainya dengan menghindari cinta dan menyukai hal-hal yang berbau melupakan. Kisah ini dimulai di suatu pagi, disaat semua siswa-siswi memulai aktivitas masa orientasi siswa atau lebih dikenal dengan istilah MOS. Suasana hari ini terasa biasa saja, tapi sebenarnya ini waktuk untuk memulai MOS sebagai kakak panitia, siswa/i tersebut dibariskan di tengah lapangan tampak cuaca panas namun kelihatannya mereka sangat bersemangat memulai aktivitas MOS ini. Tiba-tiba salah seorang gadis melintas dihadapanku,tatapannya ragu dan malu. Aku terus memandanginya, ia tetap saja tersipu malu, ada yang aneh dalam perasaanya, kenapa ia tidak bisa memalingkan pandangan darinya seakan mematung sekeras batu. Apa ini namanya cinta pandangan pertama?
Barangkali tadi hanyalah kebetulan saja, sejenak mulai melupakan hal yang baru saja terjadi. Saat ia mulai melihatlihat disekeliling untuk memeriksa keadaan MOS, sekali lagi ia dikejutkan lewat gadis tersebut, ia mulai beranjak untuk menemui bukan hanya sekedar melihat. Dalam pikirannya ia mulai memikirkan harus berkata apa setelah menemui gadis itu. Barangkali hidup tak semudah melempar dadu, yang akan tahu angka yang keluar. Ia memberanikan diri untuk sekedar berkenalan dengan gadis tersebut. Inikah awal dari semuanya?

“Hai, namanya siapa?”
“Namaku Annisa, bang” jawab gadis itu.
“Oh, Annisa. Salam kenal,ya” ia membalas.
“Iya, bang.” Lalu tersenyum.

Senyuman itu mampu mengubah pandangan lebih dalam kepada gadis itu, tampak senyuman yang terlihat mampu dikekalkan ingatan. Setelah hari ini selesai, tampak calon siswa bergegas pulang untuk mempersiapkan apa yang mesti dan harus dibawa besok, tentu saja tidak mudah untuk mencari sebuah clue hanya dengan 1 hari, sekali lagi mereka bersemangat. Di jauh mata memandang ia berusaha menatap gadis itu lagi, tampak ada rasa yang ingin menetap di hatinya. Sekali lagi, ia membayangkan senyuman tersebut dari raut wajahnya, ia tidak sabar akan besok. Apakah ia mencintainya? Keesokan harinya, pagi ini masih cerah, tetapi sedikit mendung. Mereka langsung berbaris sesusai kelompoknya masing-masing yang telah dibagikan kemarin. Ia kembali menatap gadis itu, namun kali ini ia berbeda, ia canggung sekali, untuk menatap saja nyalinya hampir putus. Lalu, secara tidak sengaja matanya dan Annisa itu saling menatap, keduanya tampak tersipu malu. Akhirnya ia menceritakan kepada temannya perihal yang baru saja terjadi. Setelah itu, ia mulai mencari dan tidak sungkan menanyakan apa saja tentang Annisa, ia mengetahui sebagian dari gadis itu. Tampa pikir panjang ia meminta nomer telepon gengam Annisa kepada temannya, sungguh di luar dugaan tidak mudah untuk mendapatkannya. Ia pun tidak berhenti begitu saja, saat itu Facebook masih terkenal dibanding media maya yang lain. Saat itu tiba Annisa sedang Online, ia langsung mencoba menyapa, tak lama setelah itu Annisa membalas. Namun, ia memang tidak punya nyali untuk meminta langsung nomer teleponnya. Ia bertanya kepada teman dekat Annisa dan tidak sia-sia ia mendapatkannya. Ia belum berani mengirim sebuah pesan, ia berpikir barangkali besok atau lusa. Akhirnya MOSpun selesai, ia tampak bersedih, ini akan menyebabkan ia sulit menatap wajah Annisa lagi.
Ia mulai mengirim pesan singkat, lalu 15 menit kemudiaan Annisa membalas. Ia mulai merayu sebenarnya cuma bercanda saja agar Annisa mau merespon, itu trik lelaki. Dengan pesan singkat tersebut, kedekatan mereka mulai terlihat.  Berminggu-minggu, berbulan-bulan mereka tampak smakin dekat. Entah kenapa ia ingin memulai mengatakan sesuatu yang ada dibenaknya, tetapi ia belum berani. Akhirnya seminggu kemudiaan, ia memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya tersbut meskipun hanya  melalui pesan singkat. Ia mulai mengirim pesan…

“ Nisa, mau bilang sesuatu, tapi, maaf sebelumnya”.
“ iya, tidak apa-apa bang ”. Annisa membalas pesan
“ sebenarnya, aku suka sama Nisa, apa Nisa mempunyai perasaan yang sama? “
“ maaf bang, Nisa belum bisa mempunyai rasa sama kayak abang,” pungkas gadis itu
“ oh iyadeh “

Ia kemudiaan menulis sebuah lirik lagu yang sesuai dengan isi hatinya “ Aku bisa membuatmu, jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku “ kalian pasti tahu lirik lagu yang sangat dalam maknanya ini. Ia kemudian semakin bersemangat untuk medapatkan hati Annisa, setelah kejadian tersebut perjalanan cintanya semakin dekat, ia semakin dekat, semakin lama tidak ada yang bisa menghalangi perasaannya, kecuali Tuhan. Februari berlalu, dengan begitu saja tidak ada yang special disana, tapi tunggu ia pasti ingat sewaktu kemping pramuka disekolah, ia mendapati disana Mama Annisa dating untuk memberikan obat kepada Annisa, sewaktu itu Annisa sedamg sakit, ia hanya bisa menanyakan keadaan hanya sampai segitu saja, ia memberikan titipan obat dari Mamanya tersebut, sungguh itu perasaan yang sangat mendebarkan sekalian menyuruh makan terlebih dahulu meneguk obat.  Cinta bagai obat, bukan?
            Maret pun tiba dengan mengkisahkan beberapa peristiwa salah satunya saat Annisa mengatakan kepadanya bahwa Annisa mencintainya, dilar dugaan kemarin lalu teman-teman Annisa berhasil mengerjainya tapi kali ini tidak, Annisa langsung mengatakan kepadanya secara tatap muka. Itu membuat hatinya seperti jatuh ke dalam danau yang dipenuhi bunga teratai yang indah. Sejak saat itu ia dan Annisa semakin mesra dan dekat saja. Tak terhitung bahwa seluruh harinya telah diisi oleh sebuah kebahagiaan. Tapi, tak lama lagi waktunya akan tersita oleh ujian yang tinggal di depan mata, dan harus melonggarkan hubungannya. Ujianpun telah selesai dan perpisahan mulai siap digelarkan, ia hanya memikirkan Annisa, sungguh Cuma itu yang bisa ia pikirkan dibanding dengan lainnya. Pada hari itu  sangat cantik sekali, ia sibuk melihatnya dari kejauhan. Ia lantas mendekati Annisa dan menanyakan beberapa hal termasuk memuji penampilannya tadi. Keduanya ingin memiliki kenangan untuk berfoto berdua namun hal itu tidak pernah terwujud mengingat Annisa yang sifatnya masih malu-malu terhadanya. Lantas hanya gambar yang di ambil oleh temannya secara tidak sengaja, namun itu sangat membekas baginya. Sangat sedih waktu itu ia harus berpisah dengan temannya serta juga harus meninggalkan Annisa, tumbuh seakan layu layaknya tanaman yang tidak pernah mandi dengan air. Acara selesai, semuanya berakhir harapan ingin dekat dengan Annisa sudah usai. keesokannya mereka saling membahas apa yang terjadi pada hari kemarin. Setelah kelulusan hal yang membuat lelaki itu tak setegar kemarin tiba, ia menemui Annisa disekolah tetapi hal yang diinginkan keduanya gagal kembali, seakan dicabut malaikat perasannya hari itu. Apakah ia masih setegar kemarin?
            Kau pasti penasaran apa hal yang mampu membuatnya lelaki itu tak seperti biasanya. Soal sederhana yang mampu mematahkan hatinya, yaitu ia ingin sekali mendapatkan cinta annisa dan juga foto bersama, dua hal itu yang mampu membunuh perasaannya berkali-kali. Tak bisa dielakkan lagi, hal itu merupakan rahasia tuhan yang mampu mereka pecahkan, tetapi itu merupakan sebuah ujian yang mampu mendewasakan mereka berdua. Akhirnya mereka berpisah, ia melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMA, hal itu mampu membuat jarak mereka semakin jauh saja. Awalnya mereka masih tetap dekat tetapi lama kelamaan mereka semakin berjauhan dikarenakan lost contact yang memisahkan. Ia mulai mencari jati dirinya berusaha mencintai yang lain, tetapi tidak tahu dengan Annisa, lama-kelamaan mereka akhirnya tidak dekat lagi, dan setelah berbulan berlalu, ia mendapt kabar bahwa annisa sudah mendapatkan cintanya yang baru. Seakan ditimpa beban berat ia pun sangat sedih dan hanya bisa memungkuri bahwa cintanya telah pergi meninggalkan dirinya sendiri disini. Hari-harinya dipenuhi dengan termangu-mangu saja memikirkan Annisa yang telah dimiliki oleh orang lain cintanya. Setiap hari ia selalu berusaha melupakan annisa tetapi tetap saja meskipun kegiataan selama di SMA padat namun ia belum bisa melupakannya. Beranjak dari kesedihan yang teramat dalam ia mulai mencari pujaan hatiya kembali tetapi tentu saja itu bukaan annisa. Ada yang dekat tapi tetap saja tak pernah perasaannya beranjak untuk mencintai, dan malah ia masih menunggu annisa. Harapan tak pernah berbanding lurus dengan keinginan?
            Setelah kenaikan kelas ia mulai merubah kebiasaannya dan akhirnya setelah MOS di SMA hampir berakhir, banyak yang mulai mendekatinya, tetapi ia memilih satu orang yang ia tak pernah duga. Gadis itu bernama Nusri, ia mulai dekat dengan wanita ini dan mulai melupakan Annisa. Dimulai dari mengirim pesan dan sebagainya hubungan mereka semakin dekat tetapi ternyata gadis itu masih mempunyai pacar namun hubungannya akan berakhir dikarenakan pacarnya membohonginya. Tetap setelah mereka putus, di bulan Desember ia mengatakan cintanya kepada Nusri, seorang wanita yang akan mampu melupakan masa lalunya. Hidupnya kini selalu di hiasi Nusri dan akhirnya ia mampu lupa akan masa lalunya. Meskipun tahun ini Annisa sudah berada di sekolah yang bersama kembali, tetapi perasaannya tak akan pernah berubah kepada Nusri, ia sangat mencintai Nusri. Nusri merupakan sosok wanita yang sangat ia cintai, mereka sangat berbahagia sekali, memang terkadang hubungannya diwarnai kesedihan tetapi mereka mampu menyelesaikannya dengan baik. Lalu setelah Annisa putus dengan pacar lamanya, ia kemudian mencintai seseorang teman, dari lelaki ini. Hal itu membuat hati ia sedikit berbahgia, semoga cinta kami dihiasi bahagia masing-masing. Tak tau kelanjutan apa yang akan kami lalui lagi. Bahagia tak pernah jauh dari manusia?
Kemanakah cerita cinta ini akan berlanjut?
Apakah yang terjadi setelah perpisahan yang akan dialami mereka berdua.
Entahlah hanya tuhan yang tahu.
Bersambung....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar