Kamis, 10 September 2015

Karya Ilmiah: Membaca Gerbang Ilmu Pengetahuan

BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi berupa ilmu pengetahuan atau hal yang menarik dari seseorang yang mereka tulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan, walaupun terkadang informasi itu kita dapatkan secara tidak langsung. Banyak orang mengatakan bahwa buku merupakan Gudang Ilmu. Mengapa demikian? Karena buku itu sendiri dapat membuka wawasan yang sangat luas. Tidak hanya informasi yang ada dalam negeri, melainkan informasi tentang dunia, bahkan alam semesta. Hanya dengan membaca saja kita sudah mampu memiliki wawasan yang dapat membuka gerbang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan juga merupakan hal yang saat ini patut kita tuntut sehingga wawasan yang kita punya sangatlah berarti

Namun sangat disayangkan, pada zaman modern sekarang ini ,membaca merupakan pekerjaan yang tidak populer, bisa dilihat dari jarang kita temukan remaja yang gemar membaca. Tidak hanya remaja anak-anak dan orang tuapun kadang jarang memanfaatkan keunggulan membaca. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk bermain game, pergi ke warnet untuk bermain social media, nongkrong bersama teman-teman, atau sekedar jalan-jalan yang tidak berguna bersama teman keluar rumah. Tapi, masih ada juga sebagian dari mereka yang menanamkan sikap gemar membaca, salah satu contohnya membaca buku novel. Itu tak menjadi masalah. Selagi mereka masih dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca atau belajar.

Namun pada kenyataannya, minat baca khususnya remaja sekarang ini sangatlah rendah. Diperlukan sikap yang bijak dari para orang tua untuk mengontrol anak-anaknya dalam hal ini. Banyak sekali faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca remaja. Salah satunya adalah karena semakin berkembangnya teknologi dan pengaruh besarnya globalisasi. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai cara dalam menanggulangi masalah ini. Mengingat membaca merupakan gerbang ilmu pengetahuan yang luas, hal ini perlu disadari oleh diri sehingga membaca tidak akan menjadi sia-sia. Perlu juga dukungan dari lingkungan keluarga, sekolah hingga lingkungan bermain.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1    Apa saja yang kita dapatkan dalam membaca?
1.2.1    Bagaimana cara untuk memotivasi diri supaya minat dalam membaca?
1.2.2    Apa pengaruh membaca untuk setiap orang?
1.2.4    Apa kendala dalam sulitnya membaca untuk mendapatkan ilmu?

BAB II
PEMBAHASAN

2. Membaca
Membaca adalah kegiatan meresepsi, menganalisa, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis dalam media tulisan. Kegiatan membaca meliputi membaca nyaring dan membaca dalam hati. Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara membaca keras-keras di depan umum. Sedangkan kegiatan membaca dalam hati adalah kegiatan membaca dengan seksama yang dilakukan untuk mengrti dan memahami maksud atau tujuan penulis dalam media tertulis. Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara membaca keras-keras di depan umum. Proses membaca nyaring ini sering digunakan oleh seseorang untuk menyampaikan gagagsan terhadap orang lain dengan cara membaca teks yang ada. Membaca dengan metode ini dilakukan dalam bentuk pidato, khotbah, debat, diskusi, wawancara, dan segala kegiatan yang berurusan tentang penyampaian di depan umum. Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca dengan seksama yang dilakukan untuk mengrti dan memahami maksud atau tujuan penulis dalam media tertulis. Membaca dalam hati meliputi dua aspek yaitu membaca ekstensif (extensive reading) dan membaca intensif (intensive reading). Membaca ekstensif adalah tahapan awal dimana pembaca dituntut untuk bisa menyurvei atau menilai dengan membaca secara sekilas mau pun membaca dangkal. Sedangkan membaca intensif merupakan tahapan lanjutan untuk dapat memahami isi dan memahami konteks bahasa dalam yang digunakan dalam penulisan. Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas. Batu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Tampilan komputer dapat pula dibaca.

Jika orang mengatakan buku adalah jendela dunia, maka membaca adalah cara membuka jendela tersebut. Buku dalam konteks kini nampaknya tidak lagi diartikan sebagai lembaran kertas yang penuh tulisan dan dijilid. Perkembangan teknologi informasi telah memperluas arti dari buku, termasuk buku digital yang dengan mudah dibaca dengan Kindle keluaran Amazon atau iPad besutan Apple, dan halaman-halaman di Internat.

Dengan membaca kita bisa mengetahui banyak hal dan perspektif. Membaca juga membuka pikiran kita. Dengan membaca kita tidak lagi jumud alias kaku dan keukeuh hanya pada satu perspektif tanpa mau membuka diri terhadap pendapat berbeda. Membaca juga memperkaya imajinasi dan menjadikan kita menjadi lebih kreatif.

Dalam surat Al-Alaq, kata iqra’ sebanyak dua kali, dalam ayat pertama dan ketiga. Qurash Shihab (2006) dalam bukunya Membumikan Al-Qur’an menjelaskan bahwa perulangan ini mengindikasikan bahwa membaca memang harus dilakukan terus menerus, bahkan berulang untuk bacaan yang sama pun tidak sedikit pun memberikan kerugian. Membaca sesuatu secara berulang dapat menghadirkan pemahaman baru, dengan memberikan tafsir baru atas bacaan.
Manfaat membaca dalam kehidupan sehari-hari:
1.Membaca membangun pondasi yang kuat untuk dapat mempelajari dan memahami berbagai disiplin ilmu sekaligus mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
2.Senang membaca meningkatkan kecerdasan verbal dan lingusitik karena membaca memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata.
3.Membaca mencegah rabun mata, karena membaca melatih dan mengaktifkan otot-otot mata.
4.Membaca mencegah kepikunan karena melibatkan tingkat konsentrasi lebih besar,mengaktifkan, dan menyegarkan pikiran.
5.Kegemaran membaca membantu meningkatkan kecerdasan, serta meningkatkan daya kreativitas dan imajinasi.
6.Membaca membantu memperbaiki rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan memanajemen emosi, dan meningkatkan kemampuan melakukan interaksi sosial positif di mana pun dan kapan pun.>p
7.Membaca membentuk karakter dan kepribadian, sampai-sampai ada pepatah yang mengatakan, “Apa yang kita baca sekarang, seperti itulah kita 20 tahun yang akan datang”.
8.Membaca menjadikan kita lebih dewasa, lebih arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan.
Berikut ini adalah 10 hal menarik untuk membangkitkan semangat membaca:

1.Sesuaikan tingkat bacaan dengan tingkat kosakata, sebab keengganan meneruskan bacaan seringkali dikarenakan kita sulit memahami arti katanya.
2.Luangkan waktu secara rutin untuk membaca (misalnya setengah jam per hari) karena langkah ini lambat laun akan meningkatkan kemampuan memahami berbagai gaya tulisan dan kosa kata baru.
3.Mencoba menulis tentang apa pun yang dianggap menarik, misalnya tentang perasaan, pengalaman, cara memandikan kucing, menanam pohon, membuat kue, dan lain sebagainya. Mencoba menulis akan meningkatkan minat membaca.
4.Berusaha menggunakan waktu untuk membaca dengan selalu membawa bahan bacaan di mana pun berada. Simpan buku atau majalah dalam tas, ruang keluarga atau tempat yang sering Anda gunakan, sehingga memungkinkan Anda menjangkau dan membaca .
5.Tentukan berapa banyak buku yang ingin Anda baca dalam kurun waktu tertentu. Mulailah memasang target dengan disiplin tinggi, karena langkah ini melatih kemampuan meluangkan lebih banyak waktu untuk membaca lebih banyak hal.
6.Buatlah daftar buku yang sudah Anda baca dan catatan isi buku tersebut. Simpanlah catatan tersebut dengan rapi di tempat favorit Anda, misalnya di buku harian, di komputer, di lemari, dan lain sebagainya.
7.Matikan televisi, karena televisi tidak mengajak kita aktif belajar dan berpikir kreatif. Daripada waktu terbuang untuk memindah channel televisi mencari acara televisi yang bagus, bisa jadi waktu tersebut sudah cukup banyak untuk menyelesaikan membaca sebuah buku.
8.Bergabunglah dengan kelompok baca, di mana dalam periode tertentu para anggotanya berkumpul untuk mendiskusikan topik bacaan yang telah sama-sama ditentukan sebelumnya. Berkomitmen terhadap kelompok baca memberikan momentum yang lebih besar untuk menyelesaikan bacaan buku, dan menciptakan forum yang luar biasa untuk berdiskusi dan bersosialisasi seputar tema buku.
9.Sering-seringlah mengunjungi toko buku atau perustakaan, karena kesempatan melihat-lihat buku akan melatih mental membaca sebagai kebutuhan dan menginspirasi banyak hal baru yang menarik untuk dibaca .
10.Bangunlah strategi, yaitu dengan menentukan sendiri cara yang baik menurut Anda untuk meningkatkan aktivitas membaca, sehingga Anda semakin rajin membaca dan mendapatkan manfaat yang lebih besar dari buku yang Anda baca. Kembangkan terus minat baca Anda, karena membaca dapat meningkatkan kemampuan, terutama kemampuan untuk menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana. Tingkatkan intensitas membaca dengan memanfaatkan waktu luang semaksimal mungkin untuk membaca.ingatlah bahwa Membaca merupakan salah satu investasi yang baik dari waktu yang kita miliki.
Inilah penjelasan tentang manfaat membaca dan hal menarik yang dapat membuat kita semangat untuk membaca.
Ilmu pengetahuan merupakan buah dari proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran terdapat aktivitas psikis, di antaranya membaca. Membaca adalah jendela dunia. Membaca dapat membuka cakrawala berpikir seseorang. Membiasakan kebenaran ternyata jauh lebih berat daripada membenarkan kebiasaan. Kebiasaan membaca perlu dibudayakan hampir sebagian besar manusia tidak menyangkal bahwa kebiasaan membaca adalah baik dan positif. Namun, tidak semua orang dapat menanamkan kegemaran membaca.
Buku adalah gudang ilmu, membaca adalah kuncinya. Semboyan atau pepatah sederhana ini memiliki makna yang sangat luas.
Mengapa dunia pendidikan di negeri ini terpuruk? Salah satu alasannya adalah kegemaran membaca masyarakat Indonesia yang tergolong masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain.
Kualitas sumber daya manusia akan meningkat secara signifikan tatkala manusia dapat menumbuhkan kegemaran membaca. Seseorang tidak akan bisa menulis manakala tidak bisa membaca. Wajarlah seandainya di tingkat pendidikan sekolah dasar, yang pertama ditekankan adalah membaca, baru menulis, dan kemudian berhitung. Guru sebagai salah satu sumber daya pendidikan mempunyai tanggung jawab dalam menumbuhkan kegemaran membaca melalui peserta didiknya. Siswa usia sekolah dasar yang dalam perkembangan kognitifnya berada pada fase operasional konkret, tampaknya perlu contoh konkret pula dari gurunya dalam hal membaca. Siswa lambat laun akan menirukan apa yang dilihatnya, bila semua guru saat istirahat membaca buku. Setidaknya hal ini akan memberikan pengaruh positif bagi para siswanya. Sebaliknya, bila siswa sering melihat gurunya dalam waktu istirahat mengobrol ke sana ke mari, murid pun secara tidak langsung menirukannya. Bukankah ada pepatah, Guru kencing berdiri, murid kencing berlari?

Block grant buku perpustakaan merupakan salah satu alternatif solusi yang dapat menambah minat baca siswa. Ironisnya, di sekolah dasar masih belum semuanya memiliki perpustakaan sekolah. Kalaupun ada, keberadaannya kurang dioptimalkan. Perpustakaan sekolah merupakan aset sumber pengetahuan siswa dan guru di sekolah tersebut. Buku adalah gudang ilmu. Banyak buku berarti gudang ilmunya pun banyak. Bila semua gudang dapat dibuka dengan membaca maka yang dapat membuka akan kaya ilmu pengetahuan dan pengalaman. Hal ini relevan dengan pepatah experience is the best teacher. Pengalaman yang diperoleh seseorang memiliki makna besar bagi orang tersebut. Dengan pengalaman, seseorang yang pernah terperosok dalam satu lubang yang menyakitkan, minimal tidak akan terperosok dalam lubang yang sama. Akan tetapi, dalam hal ini tidak berlaku bagi orang yang dalam tanda kutip kurang menggunakan rasio dalam bertutur dan bertindak.
Revitalisasi peran dan fungsi perpustakaan sekolah merupakan langkah awal untuk menumbuhkan minat baca di kalangan siswa, ditunjang dengan pengelolaan yang baik serta bimbingan guru terhadap pentingnya perpustakaan sebagai sumber belajar dan sumber informasi. Pengelola perpustakaan harus pandai memilih dan memilah buku yang relevan dengan tuntutan kebutuhan para siswanya, juga perlu memperhatikan keaktualannya. Selain buku pengetahuan, perpustakaan sekolah perlu juga memiliki buku cerita, hiburan berupa cerita fiksi sebagai santapan sambil istirahat. Membaca buku di perpustakaan sangat rendah tingkat kesulitannya dan tidak membutuhkan fasilitas prasyarat bagi penggunanya. Pada gilirannya, semua siswa sekolah dapat mendukung pemerintah dalam program Internet Goes to School yang tentunya perlu diawali oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sehingga mereka menjadi jembatan penghubung aplikasi teknologi tersebut. Mengapa kita tidak mau mencoba untuk membangkitkan kegemaran membaca? Orang yang banyak membaca pasti banyak pengetahuannya. Orang yang banyak pengetahuannya adalah orang yang berilmu. Orang yang berilmu adalah orang yang ulet dan tidak mudah putus asa. Orang yang ulet adalah orang yang penuh harapan dan optimisme. Orang yang optimistis adalah orang yang sukses.
Maka dari itu, pentingnya membaca merupakan hal yang tidak bisa dipindahkan begitu saja dari kehidupan, dengan membaca saja mampu membuka gerbang ilmu pengetahuan. Memang membaca merupakan pekerjaan yang sulit dilaksanakan tapi mudah ditinggalkan, namun dengan membaca kita mampu menguasai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat membuat seorang menjadi terkenal dan mampu membuat seseorang menjadi sukses. Berbagai tips untuk dapat meningkatkan minat membaca harus dilakukan sehingga membaca bukan hal yang sia-sia dilakukan. Namun, banyak juga yang melalaikan nikmatnya membaca sehingga mereka tidak sadar membaca merupakan membuka jendela dunia. Maka dari itu sisihkan membaca meski banyak cobaan serta globalisasi yang mampu memanipulasi diri. membaca merupakan gerbang ilmu pengetahuan, selamat membaca!.

DAFTAR RUJUKAN
1.
      Koran kompas, 23 februari 2009. Pentingnya membaca buku. Halaman 5, kolom e.
2.      Edo Endriko. 29 Mei 2009. Buku adalah sumber pengetahuan. https://edoendrikaputra.wordpress.com/2011/05/29/buku-sebagai-sumber-pengetahuan/
3.
  
Komunitas Ngejah. 29 Januari 2014. Pentingnya membaca dalam kehidupan sehari-hari.
4.  
Menjadi Dosen. Arti Penting Membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar